Coretan tengah malam: Aku ingin menjadi debu lagi

Thursday, February 24, 2011

Jika sedang turun salju, malam di luar jendelaku akan terang seperti akan segera pagi. Cahaya dari langit malam terpantul oleh salju yang membalut semua permukaan halaman, jalan, mobil-mobil, juga sekujur batang, ranting, dan daun pohon evergreen yang tumbuh menggapai dinding apartementku.
Jika bukan karena dinginnya, ingin rasanya aku berlama-lama duduk di balkoni sambil menerawang sepinya malam. Ditemani secangkir kopi dan krimer tanpa gula—favoritku. memikirkan jalan hidup.

Dulu waktu kecil, di kampungku yang jauh, jika malam sedang terang bulan  aku suka sekali duduk di beranda rumah panggungku. Menatap langit malam yang bertabur beribu bintang. Terangnya sama seperti malam ini disini. Semakin larut  jalanan akan semakin sepi. Pemuda-pemudi yang biasa bercengkerama  di bangku-bangku yang dibangun di depan rumah-rumah penduduk akan pulang satu demi satu. Mobil-mobil pun semakin jarang melintas lagi.


Maka jika sudah begitu, aku akan turun dari beranda. Melangkah menuju jalan, lalu merebahkan diri di hangatnya aspal, telentang menghadap langit. Berpikir dan merenung.

Tentang luasnya jagat raya. Tentang besarnya bintang-bintang. Tentang beribunya planet. Tentang galaksi-galaksi. Tentang jarak bertahun tahun cahaya yang akan diperlukan untuk dapat mengarungi entah nol koma berapanya alam raya.

Lalu setelah itu aku akan merasa bahwa aku dan semua masalahku begitu kecil dan singkat. Aku, titik kecil yang cepat menghilang dalam skala jagat raya. Tak menyita perhatian, sama umpamanya butiran debu di tengah padang kering musim kemarau. Maka, apa alasannya aku harus merasa risau. Semuanya hanyalah sebesar debu saja.

Maka, jika sudah demikian, aku akan kembali ke kamar untuk tertidur dengan tenteram disebabkan hatiku merasa damai.

Aku ingin dapat tidur dengan tenteram seperti itu lagi, malam ini.  Di sini, di tanah yang dulu aku ingin jejaki. Aku ingin berdamai dengan diriku sendiri. Aku ingin menjadi debu lagi.'

Kent, 12:44 2/24/11

2 comments

  1. Halo pak (maaf bingung mau panggil apa), sy sudah beberapa kali membaca tulisan2 bpk dari 2010 beberapa tulisan bpk dulu bikin terbahak2 klo di bc mgkn sampai saat ini terutama ttg self imployer yg dr canada itu super kocak (sampai skrg klo di bc pun masih pgn ketawa ngakak). Sy sering ngikutin tulisan2nya karena sgt termotifasi dr borobudur sampai dpt beasiswa di LN, mungkin sama2 pemimpi jg kita. Begini, saya baru sadar setelah melihat foto anda ini trnyt saya pernah bertemu anda di sby di IAMME 2013. Jujur saya sempat merasa dejavu ketika melihat anda (kyk pernah liat sebelumnya trnyt di blog ini) dan hari ini iseng buka blog ini dan liat foto'nya ternyata benar! Wah, sayang bgt gk bisa nyapa wkt itu, pdhal anda sgt menginspirasi saya. Mgkn anda tidak tau saya krn di IAMME sy sebgi photographer. Maaf bingung mua tulis dmn. Wish u luck! dan semoga tetap menginspirasi!

    ReplyDelete
  2. oalalah ... ada penggemar. jadi pengen malu hiks
    thanks mas bro. yup, bener kemaren ikut IAMME di SBY, coz sekarang kerja di ASEAN :-)

    ReplyDelete

Newer Older