Call me depressed, but I like sad songs

No comments

Friday, May 23, 2014

Waktu di US, seorang teman suatu ketika melihat-lihat koleksi lagu di iPhone saya. Beberapa saat kemudian dia nyeletuk, "Why do you like sad songs? This is such a depressing colletion!", katanya.

Waktu itu saya terhenyak dan kemudian tercenung sendiri. Hmm ... dia benar juga, sebagian besar lagu di iPhone saya adalah lagu melow. Saya memang suka lagu-lagu sedih! How'd that happen?

Saya pun mulai mengingat-ingat sejak kapan saya mulai suka lagu-lagu sedih. Dan seingat saya, sejak saya mulai mengenal yang namanya musik, saya sudah suka lagu sedih! Saya jadi amazed sendiri menyadari hal ini.

Waktu kecil di kampung dulu di pelosok Sumatra sana, tahun 90-an awal, lagu-lagu sedih sudah populer di kampung saya. Tembang-tembang melankolis Obbie Messakh, Pance Pondag, Ratih Purwasih, dll sudah merajai chart radio transistor cawang batere dua punya tetangga saya. Semuanya melow. Lagu-lagu dangdut jaman dulu, lagu-lagu daerah, bahkan lagu-lagu rock ballad kayak Scorpion, White Lion, Bon Jovi dll ... OMG, semuanya melow!

Waktu SMP dan SMA saya mulai mengenal band-band kayak Dewa 19, Cranberries, Padi, Sheilla on 7, Cold Play, apalagi Nirvana dll, semuanya melow jugaaa! Kok bisa sih?
Sejak booming Laskar Pelangi, jumlah pengunjung ke pulau Belitong melonjak drastis. Jumlah hotel dan travel agents pun meningkat pesat. Jika anda Google 'paket wisata belitung' ada puluhan website travel agents yang menyediakan bermacam-macam paket tur. Tapi seperti yang pernah saya bahas seleumnya, bepergian dengan mengikuti program travel agent kurang adventurous, melelahkan, dan relatif mahal. Menurut saya pergi sendiri ke sana jauh lebih asyik.

Pemandangan dari Mercusuar Pulang Lengkuas
Pantai Belitung adalah salah satu yang terindah yang pernah saya kunjungi. Saya sudah empat kali kembali ke sana. Laut dangkal berwarna biru muda dengan pasir putih yang lembut, serta pulau-pulau kecil yang dipenuhi bebatuan besar adalah lanskap klasik pulau kecil di pesisir timur Sumatra ini. Lokasi yang mudah dijangkau (40 menitan terbang dari Jakarta) serta penduduk melayu yang ramah juga menjadi daya tarik tersendiri buat saya. Dan yang paling penting adalah, tempat ini masih less touristy, sehingga berasa masih natural dan nyaman untuk dikunjungi.

Island hoping dan snorkeling adalah aktifitas utama yang ditawarkan kepada turis-turis yang datang. Aktifitas lain adalah mengunjungi sekolah Laskar Pelangi, atau ke pasar Tanjung Pandan dan sebagainya. Sekolah Laskar Pelangi juga ada dua, satu dibangun oleh pemerintah satunya lagi bekas syuting film LP, dua-duanya adalah replika.

Pemilu ini Kita TIDAK AKAN Pilih Prabowo

1 comment

Wednesday, May 21, 2014

Kemaren postingan ini berseliweran di Facebook saya. Pengennya sih ngga ikut komen, tapi kok ga tahan gitu. hehehe. Saya bukan pengamat politik, tapi dari yang saya tahu, semua hal di bawah ini bullshit. Silahkan dukung Prabowo, tapi jangan dengan alasan-alasan berikut.


Ini jawaban saya:

1.       Orang pintar belum tentu baik.
Tegas? Maksudnya emosian? Orang tegas ga harus marah-marah, lempar HP, atau apalagi main senjata. Kalo emang tegas, kok ga berani lawan atasan waktu disuruh nyulik dan bunuh aktifis 98? Ingat juga, dulu PS pernah bilang mendukung FPI, tapi ketika diprotes buru-buru meralat ucapannya.
2.       Hitler, idi amin, stallin dll asal-usulnya juga jelas. Tetap aja jahat.
3.       Masa? Wakilnya aja HR, mentri ekonomi SBY yg pro kapitalis. ARB mau diangkat jadi mentri utama. Apa ga justru Amerika seneng, tuh?

Image: startups.co.uk
Walaupun tidak mengindentifikasikan diri sebagai a real backpacker, setiap pergi jalan-jalan saya selalu berusaha memaksimal sisi petualangannya dan sisi relaksasinya, dengan sebisa mungkin menekan budget serendah-rendahnya. Oleh sebab itu saya selalu berusaha menghindari paket tur dari travel agents. Selain relatif mahal, paket tur akan memberi kita pengalaman yang sangat "generik" dan mainstream, yang akan didapatkan oleh semua wisatawan lain. Jadwal agendanya pun sangat tidak flexibel. Travel agents pada umumnya sangat pragmatis, mereka hanya ingin semua agenda di dalam paket selesai dilaksanakan. Terkadang agendanya sangat padat, sehingga alih-alih menikmati wisata, kita malah terjebak dalam perjalanan yang melelahkan.

Yang saya khawatirkan dari kelakuan buruk turis Indonesia yang ke luar negeri adalah terbentuknya Image bahwa turis Indonesia itu kampungan, norak, dan tidak tahu tata tertib.

Illustrasi
source: tripadvisor.com
Baru-baru ini saya backpacking ke Bangkok. Sebagai salah kota tujuan wisata international yang letaknya sangat dekat dengan Indonesia, rasanya kurang afdol jika sudah pernah kemana-mana tapi belum menyambangi Bangkok. Untuk liputan tentang pengalaman di Bangkoknya sendiri saya ulas di tulisan lain. Dalam tulisan ini saya ingin fokus ke tingkah laku turis Indonesia yang saya perhatikan selama di Bangkok.