Waktu itu saya terhenyak dan kemudian tercenung sendiri. Hmm ... dia benar juga, sebagian besar lagu di iPhone saya adalah lagu melow. Saya memang suka lagu-lagu sedih! How'd that happen?
Saya pun mulai mengingat-ingat sejak kapan saya mulai suka lagu-lagu sedih. Dan seingat saya, sejak saya mulai mengenal yang namanya musik, saya sudah suka lagu sedih! Saya jadi amazed sendiri menyadari hal ini.
Waktu kecil di kampung dulu di pelosok Sumatra sana, tahun 90-an awal, lagu-lagu sedih sudah populer di kampung saya. Tembang-tembang melankolis Obbie Messakh, Pance Pondag, Ratih Purwasih, dll sudah merajai chart radio transistor cawang batere dua punya tetangga saya. Semuanya melow. Lagu-lagu dangdut jaman dulu, lagu-lagu daerah, bahkan lagu-lagu rock ballad kayak Scorpion, White Lion, Bon Jovi dll ... OMG, semuanya melow!
Waktu SMP dan SMA saya mulai mengenal band-band kayak Dewa 19, Cranberries, Padi, Sheilla on 7, Cold Play, apalagi Nirvana dll, semuanya melow jugaaa! Kok bisa sih?
Waktu saya beritahu temen saya bahwa saya memang sudah suka lagu-lagu sedih sejak kecil, komentarnya adalah, "Are you depressed?"
"No! of course not!" teriak saya. "Do I look depressed?"
"You don't, but ... " dia tak mengerti. Saya maklum, karena saya pun tidak mengerti juga.
Ketika beberapa waktu kemudian temen saya ini mendengar bahwa saya akan pergi menonton konser James Blunt, dia geleng-geleng kepala, "I don't get it!" katanya. "Why would you go see James Blunt? His songs are sad like there's no tomorrow!" katanya.
Dia benar juga, hampir semua lagu James Blunt itu memang sedihnya bukan main. Tapi saya suka sekali lagu-lagu James Blunt, maka saya pun tetap pergi hehehe.
![]() |
| Me and James Blunt - at the Moore Theater, Seattle Yup, we like sad songs! |
Tadi malam saya tersadar lagi ketika melihat lagu-lagu saya sekarang, meski sudah sangat jauh lebih "bahagia" dari koleksi saya sebelumnya, saya tetap menyimpan lagu-lagu melow dan suka mendengarkannya. Yang saya heran, ketika mendengar lagu-lagu sedih ini saya sendiri sebenarnya tidak merasa sedih apalagi depressed seperti yang dituduhkan temen saya.
Iseng-iseng saya Googling apakah benar mendengarkan lagu-lagu sedih menunjukkan bahwa seseorang itu sedang depresi atau sedih juga? Mengejutkan sekali, sebuah study yang dilakukan oleh Tokyo University justru menunjukkan kebalikannya. Orang mendengar lagu-lagu sedih justru karena lagu sedih membuat orang bahagia!
Study ini menyimpulkan bahwa ketika mendengarkan lagu-lagu sedih, seseorang akan merasa bahagia karena yang apa yang diterjadi dalam syair lagu tersebut jauh lebih sedih dari yang mereka alami. Saat mendengar lagu sedih orang akan turut merasa sedih, tapi kemudian merasa senang dan bersyukur karena merasa lebih beruntung dari kisah lagu tersebut. Perasaan bersyukur ini memunculkan rasa bahagia.
Hmm ... pantes, saya tidak pernah merasa hidup saya suram ketika saya mendengarkan lagu-lagu sedih. Dan pantes juga, meskipun mendengarkan lagu-lagu melow, orang Indonesia termasuk orang paling bahagia di dunia, hehhehe.
*joget-joget sambil denger lagu cry me a river




No comments
Post a Comment