Kalau saya tetap menjagokan Spanyol. Dari awal jagoan saya tetap Spanyol. Bahkan ketika di laga pertama mereka kalah melawan Swiss, saya tetap megang spanyol. Alasannya?
Well, jujur saja, jika saya mengatakan Spanyol yang akan menang pada pertandingan malam ini, itu bukan berdasarkan analisa ilmiah dan bukan pula karena penerawangan ala ki joko bodo, tetapi lebih pada kecenderungan pribadi saja.
Secara pribadi saya sangat menyukai Spanyol. Komposisi tim ini benar-benar komplit, dari barisan penyerang, tengah, dan pertahanan. Siapa tak kenal Torres atau Villa. Siapa pula meragukan umpan Iniesta, Silva, atau Fabregas. Kalau pertahanan Puyol cs di barisan belakang itu ibarat tembok, semua juga pasti mengakui. Pertahanan terakhir di bawah mistar: Casilas yang pada pertandingan terakhir melawan Paraguay kemarin menjadi pahlawan utama Spanyol, pun tak bisa dipungkiri kehebatannya.
Secara permainan, menurut saya, di kaki para pemain inilah sepakbola itu jadi benar-benar NIKMAT DILIHAT. Pola bermain tiki-taka yang sekarang dianut Spanyol bagi saya adalah ‘sepak bola yang sebenarnya’. Bak matador mempermainkan banteng, spanyol bermain begitu cantik dan ‘eye catching’. Siapun akan menikmati permainan mereka yang cepat tapi teratur. Mereka tidak bermain pragmatis yang penting gol, karena itu pulalah Spanyol tidak kenal ‘main kasar’.
Dalam setiap laganya Spanyol hampir selalu menguasai ball possession selama pertandingan. Bahkan ketika kontra tim sehebat Portugal di perempat final Spanyol menguasai 60% lebih. Pun ketika mereka kalah melawan Swiss di laga pertama, bukan karena mereka kalah menguasai bola.
Lalu apa masalah Spanyol?
Gaya bermain Spanyol yang indah dan ‘bersih’ memang sangat enak dilihat. Para pemainnya yang banyak bergabung di Barcelona, Real Madrid, dan juga Sevilla berjaya di eropa dan terbiasa bermain ‘indah’ ala la liga. Tapi pada saat yang sama justru itu menjadi kelemahan mereka, terutama ketika berhadapan dengan tim dari negara-negara yang berbeda ‘budaya’ sepakbolanya. Spanyol terbukti kesulitan berhadapan dengan tim-tim yang bermain keras dan pragmatis.
Pada laga paling akhir melawan Paraguay yang lalu Spanyol kelihatan sekali buntu dan membuat sesak dada para pendukungnya. Para pemain Paraguay tampak paham sekali kelemahan Spanyol. Hampir tiap dua menit ada pemain Spanyol yang terjungkal. Dalam tayangan lambat terlihat sangat jelas bagaimana para pemain paraguay dengan sengaja (berspekulasi dengan) menghantam dan menabrak pemain Spanyol-- yang dengan ‘lugunya’ akan mengangkat tangan dan berhenti mengejar bola.
Hal ini pulalah yang akan yang sebenarnya saya khawatirkan pada laga malam ini. Semua menyaksikan Jerman adalah tim yang bermain cukup ‘keras’. Akankah Spanyol buntu lagi? Saya harap sudah ada jawaban strategi dan Villa dan kawan-kawan untuk memecahkan persoalan ini.
Masalah lain Spanyol adalah pada ujung tombak yang seringkali kesulitan menginisiasi gol. Umpan-umpan dari barisan libero tidak pernah jelek, tapi penyelesaian di bagian depan seringkali gagal. Spanyol tidak punya pemain yang pandai menembus pertahanan lawan dengan skill individu seperti Messi atau Ronaldo. Itulah sebabnya walaupun menang, Spanyol jarang dapat banyak gol. Sampai saat ini hanya Villa yang tampak cukup optimal permainannya. Torres yang subur di Eropa belum membuahkan satu gol pun hingga semifinal ini.
Sementaa di pihak seberang, para peman depan Jerman justru sedang garang-garangnya. Apalag setelah sukses menundukkan tim jagoan seperti Inggris dan Argentina. Apa strategi la furia roja? Well, Kita lihat saja nanti.
Spanyol dijagokan Paul si Gurita
Pertandingan malam ini dikabarkan benar-benar membingungkan bursa taruhan. Adalah Paul, seekor gurita ‘peramal sakti’yang kerap dijadikan petunjuk para gamblers. Dalam piala dunia ini sebenarnya banyak binatang yang dijadikan peramal untuk menerawang siapa yang akan menang dalam suatu pertandingan, tapi tidak ada yang mengalahkan akurasi Paul si Gurita. Sampai saat ini tebakannya benar 100%.
Seperti biasa untuk pertandingan malam ini Paul pun diminta meramalkan hasil pertandingan. Caranya adalah dengan memberi remis, umpan kesukaan paul pada dua kotak yang masing-masing diberi bendera jerman dan spanyol. Alhasil, kali ini Paul memilih Spanyol. Artinya, menurut ramalannya Spanyollah yang akan menang malam ini.
Tapi saudara-saudara, saya mendukung Spanyol malam ini sama sekali bukan karena penguatan Paul he he he... Seperti saya sampaikan di atas, saya menyukai Spanyol secara pribadi, walaupun ada begitu banyak orang yang meng-underestimate Spanyol. Spanyol memang tidak masuk dalam daftar negara yang sering memenangkan piala dunia. Spanyol bahkan dijuluki “pecundang sejati”, karena bagaimana pun bagusnya permainan mereka, mereka tetap tak pernah jadi pemenang.
Tapi bagi saya, dengan permainannya yang ‘bersih’ dan indah-- terlepas malam ini mereka akan menang atau kalah – Spanyol tetap jagoan saya! Spanyol tetap Favorit saya!
So, go go la furia roja!














No comments
Post a Comment