akhirnya punya kesempatan juga menulis note ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang membaca dan yang menulisnya. amin..
Well... Sejak tiba disini hari minggu lalu, banyak sekali tantangan adaptasi yang dihadapi disini. Mulai dari cuaca, makanan, sampai perbedaan budaya yang kadang-kadang bikin bingung. Cuaca disini sedikit unik. Sebenarnya saat ini masih musim panas, tetapi di daerah Washington state, tidak ada istilah panas. Meskipun matahari bersinar begitu terik, tetap saja kalau angin bertiup saya menggigil. Kalau pagi-pagi kita buka jendela rasanya mirip dengan buka kulkas. Brr.... hawa dingin menusuk langsung menyapa. Begitu juga kalau keluar di malam hari, gigi geraham sudah gemerutuk dibuatnya.
Sampai hari ini saya masih terus saja 'menderita' efek dari cuaca ini. Bibir saya pecah-pecah dan kering. Kemaren bahkan berdarah tidak jelas. Kulit bersisik, karena terbakar matahari. Bukan apa-apa, disini kalau siang saya sengaja berjemur jika terlalu dingin. Parahnya lagi, saya hanya bawa satu jaket tipis doang yang akhirnya terpaksa dipakai berulang-ulang.


