Alhamdulillah. Rasanya luar biasa senang bisa menulis note ini. Seperti masih tidak percaya saja, salah satu dari daftar mimpi-mimpi saya yang tergolong 'berat' untuk diraih, sekarang sudah tercoret. Akhirnya saya sampai juga menjejakkan kaki di sini, di tanah amerika.
Sejak kecil saya tertarik dengan amerika. Awalnya mungkin karena banyak jagoan waktu kecil dulu adalah produk amerika. Superman, batman, spiderman, hulk, heman, robot voltron, scooby doo, kura-kura ninja, superboy, wonderwoman, dsb adalah beberapa nama jagoan itu. Nama amerika kemudian semakin jelas terngiang-ngiang di telinga saya ketika menonton sebuah filmsangat mengesankan. ceritanya tentang dua alien kecil yang tersesat ke bumi dan terpisah. Dua alien ini bisa berkompunikasi simple secara telepati, dan melalui itulah alien yang tua tahu bahwa saudaranya ada di america. hanya kata america yang bisa terrekam dengan jelas olehnya. Tetapi alien tersebut tidak tahu apa itu amerika.
Suatu hari si alien tsb menyelamatkan seorang anak kecil yang hendak dikorbankan sebagai sesembahan untuk dewa gunung. Mereka pun bersahabat. Bersama teman inilah si alien berkelana kemana-mana, untuk mencari amerika. mereka menanyai semua orang dengan pertanyaan "apakah kamu kamerika? apakah kamu amerika?"
Petualangannya begitu seru dan mengesankan, sayangnya saya tidak tahu judul film itu, karena waktu itu saya bahkan tidak peduli judul film :-D (mudah2an kalo ada teman yg berasal dari jaman yg sama bisa membantu).
Film itu begitu berkesan bagi saya, dan kata 'amerika' pun setelah itu selalu terngiang-ngiang di telinga.
Saya tidak tahu sejak kapan pastinya dan bagaimana awalnya, tiba-tiba saja saya menyadari bahwa saya seperti sudah memiliki keyakinan dalam hati, bahwa suatu saat nanti akan ke amerika. Saya tidak mengerti caranya ke amerika, tapi saya begitu percaya bahwa saya akan bisa ke amerika. (Pada kenyataannya memang banyak hal yang saya tidak mengerti dalam hidup saya tetapi saya meyakininya).
Ketika SMA saya tidak lupa keinginan itu. Ketika kuliah saya ambil jurusan bahasa inggris, yang tadinya saya pikir bisa memudahkan jalan ke amerika. namun kenyataannya menjadi guru bahasa inggris justru kesempatan memperoleh beasiswa lebih sedikit dibanding non guru.
Setelah selesai kuliah saya giat mencari info beasiswa, karena hanya dengan beasiswa saya pikir jalan paling mungkin yang bisa mengantarkan saya mewujudkan keinginan lama itu. Jika pergi pakai duit sendiri itu rasanya masih mustahil dengan keadaan ekonomi saya saat ini. Untuk dapat menang lotre jalan-jalan ke amrik rasanya i'm not that lucky.
meski sering gagal dan banyak halang rintang, keinginan untuk melihat amerika tidak surut, walaupun motivasinya sudah jauh berubah. Informasi tentang amerika yang saya dapat -- baik/buruknya-- tetap saja membuat saya justru semakin ingin merasakan amerika secara langsung. Mirisnya perasaan saya ketika melihat remaja-remaja di negeri kita yang mengelu-elukan apa-apa yang datang dari amerika dan barat pada umumnya, justru membuat saya semakin ingin ke amerika. saya ingin nanti pulang dari amerika dan bisa berkata pada mereka bahwa: "sungguh, kalian tidak harus segitunya memuja amerika. america is not that good. saya sudah pulang dari sana. saya melihat dengan kepala saya sendiri, bukan yang di bisokop atau mtv. itu tidak benar!"
Di sisi lain saya juga ingin bisa berkata pada mereka yang secara ekstrim membenci amerika dan segala sesuatunya yang datang dari amerika, "bahwasanya tidak semua dari amerika itu buruk. banyak yang semestinya kita sebagai bangsa timur dan beragama malu kepada amerika karena mereka (dalam prakteknya) di beberapa sisi justru lebih banyak menerapkan nilai-nilai kebenaran yang selama ini kita agung-agungkan. Bahwasanya amerika yang angkuh dan sok kuasa serta selalu ikut campur urusan negara manapun di dunia ini, tidaklah mewakili semua amerika. sebagaimana juga tidak semua kita orang indonesia suka korupsi dan tidak taat aturan."
Dari beberapa sisi amerika memang pantas dikagumi, tapi dari banyak sisi lain justru negara ini sangat mengenaskan. (rencananya pengen nulis tentang amerika secara khusus lebih banyak lagi setelah ini, karena kemarin saya sempat bicara panjang lebar tentang sisi lain amerka dengan salah satu dosen. saya benar-benar banyak mendapat informasi dan persepsi baru dari pembicaraan itu. informasi yang berbedda dari yang kita baca di media).
Karena kualifikasi saya seringkali tidak memenuhi syarat -- bahkan untuk mendaftar beasiswa ke amerika, saya nyaris saja putus asa. Saya bahkan nyaris 'menurunkan' mimpi saya, dengan berpikir bahwa mungkin tidak harus ke amerika, yang penting ke luar negeri. Maka saya pun mendaftar beasiswa ke australia. yah, saya pikir ke australia pun not bad lah... begitu.
Tapi Allah rupanya punya keinginan untuk mengabulkan keinginan saya itu. Tahun 2009 saya mendaftar di salah satu beasiswa ke amerika -- bukan master degree -- dan aplikasi saya direspon. Melalu proses yang panjaaaaanggg hingga nyaris memakan waktu 1 tahun kemudian, akhirnya saya berhasil mendapatkannya. sungguh, satu-satunya ujian yang berat dari semua proses mendapatkan beasiswa itu adalah 'ujian kesabaran'nya. Saya diuji untuk terus berharap dan sabar menunggu dan manunggu lagi. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkannya.
Maka saya pun kemudian bisa menulis note ini hari ini. Saya jadi ingat dua kutipan dari buku sang pemimpi: yang pertama berbunyi "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu", dan yang kedua adalah "Tuhan tahu, tapi menunggu".
Meski sudah seringkali dipakai dan agak klise, dua kata bijak itu benar-benar saya rasakan sendiri. Saya pernah bermimpi bisa ke amerika, dan rupanya Tuhan tetap mengingat mimpi itu walaupun ketika saya sendiri sudah sempat lupa. Tuhan tahu apa yang saya inginkan, tapi Ia menunggu alasan untuk bisa mewujudkannya untuk saya. Ia menunggu apakah saya akan menyerah atau tidak. apakah saya berusaha atau tidak. Tentu saja Allah bisa memberi saya cara yang lebih mudah, (misalnya dapt hadiah dsb) tapi ia tidak memberinya pada saya. Ia ingin saya mendapatkan yang lebih berharga. BUkan sesuatu yang diraih dengan penuh perjuangan jauh lebih berharga dari yang didapat begitu saja?
maka hari ini, di pagi yang cerah ini, dari kawasan des moines, washington saya mengetik note ini. sekedar ingin berbagi hikmah bagi teman-teman semua. sungguh, ini bukan pencapaian besar. tapi ini berharga bagi saya, karena telah begitu banyak memberi saya pelajaran, tentang arti keyakinan dan kekuatan mimpi. I did it! and you know what, It's only a small pieces of my big succes monument
Newer
Older
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments
Post a Comment